Email ke Teman Versi Print
Home > Ascomaxx > AscoBike > Yamaha R6 2008 Sexy, Powerful. But……
 
Yamaha R6 2008 Sexy, Powerful. But……
Tanggal
: 02 Jan 2009
Penulis
: Rully Adam Mangapul
Juru Foto
: Zulhafid Jusuf

Yamaha R6 2008

Sexy, Powerful.
But……

Kalau kita kembali melihat dua generasi sebelumnya. Yamaha YZF-R6 2006 dan 2007 siapapun pasti tahu di angkatan itu tak terjadi perubahan sama sekali. Nah, untuk model 2008 ini, rasanya bagai sebuah harapan baru bagi pembalap di kelas supesport 600cc, dimana terjadi ubahan yang cukup prinsipil. So, apa saja yang berubah?
Sebelum kita bahas ubahannya, mari kita simak dulu wujud motor berkelir Liquid Silver milik warga kawasan Kamal, Jakarta Barat bernama Franky ini. Motor berkapasitas 599cc ini memang menjadi tipe yang sangat favorit bagi para penggila sportbike yang kerap menggunakannya untuk street-use, namun begitu, di lintasan balap, R6 juga terbukti sangat dahsyat dan kerap mengantarkan banyak pembalap menjadi juara.
Apa saja keunggulan R6 ini? Banyak yang mengatakan, bahwa motor ini paling powerful ketimbang tiga rival lainnya yang bertarung di kelas 600cc, sebut saja Honda CBR600RR, Suzuki GSX-R600 dan  Kawasaki ZX-6R. Namun bila menilik segenap literatur luar negeri, Honda CBR memang kerap menempati first place kalau diadu komparasi. Dan Yamana selalu di tempat kedua.  Tapi itu hanyalah sebuah test. Di kondisi real, ya banyak pro dan kontra.
Nah, apa sebenarnya beita besarnya? Ya, R6 2008 ini memiliki ubahan di sektor frame yang benar-benar all-new. Kemudian bagian perombakan di lengan ayun belakang dan subframe berbahan magnesium-alloy. Alhasil, kombinasi ini katanya bisa meningkatkan stabilitas di tikungan. Apalagi didukung oleh suspensi depan yang dapat diatur dalam empat setelan. Walau sasis berubah, namun geometri R6 tetap tak berubah dari versi lamanya, sebut saja sudut rake yang tetap 24 derajat, ukuran trail 3.8 inci dan jarak wheelbase juga tetap 54.3 inci. Posisi setang memang paling rendah dinatara lawan mainnya, hal ini menjadikannya seperti layaknya race bike sejati. Tinggi jok 85cm dari tinggi total motor 110cm, alias sama dengan 2006 dan 2007, namun posisi joknya kini dibuat lebih maju.
Yamaha memang merancang R6 2008 ini murni sebagai motor petarung di sirkuit, dan ini memiliki karakter handling yang setara dengan Honda. “It changes direction easily, but holds the line you want,” menurut beberapa tester asing.
  Nah, perkara man-machine connection memang diusahakan lebih sempurna dengan bentuk sasis dan geometri tadi. Namun mesin memang menjadi penentu kahir jua bila ingin memenangi sebuah pertarungan.
Dengan chip control serba elektronis YCC-T (Yamaha Chip Controlled Throttle) alias control gas ‘fly-by-wire’  yang sudah diperkenalkan sejak tahun lalu. Akselerasi makin maksimal, lalu ada juga Yamaha Chip Controlled Intake (YCC-I). The YCC-I sebuah system yang mampu mengatur kerja katup layaknya VVT-i di mobil, yang tentu berhubungan dengan peningkatan serta efisiensi torsi dan tenaga. Tak hanya itu, mesin yang memiliki system suplai BBM twin-injection  ini dikembangkan untuk memaksimalkan pasokan bahan bakar pada putaran tinggi. Lalu tentu saja jeroan mesin dibenahi dengan program pengurangan friksi (gesekan) pada 50 titik penting.
Urusan penerus daya, teknologi balap dengan slipper clutch sudah diaplikasi untuk melayani transmisi 6-speed bawaan versi lamanya. Dan mereka mengklaim bahwa versi 2008 ini lebih ringan 4,5 kilogram menjadi 166Kg dalam kondisi kosong. Makin ringan memang. Untuk meredam kecepatannya, Ukuran cakram depan 310mm
dengan empat buah piston di kaliper dan 220mm di belakang dengan kaliper satu piston tetap dipercayakan pada generasi ini, namun bedanya cakram dapan ditambah tebal menjadi 5mm disbanding sebelumnya yang 4,5mm, maksudnya untuk meningkatkan kualitas pendinginan.

Box. Matteo Guerinoni (Pembalap Nasional, FIM Asia - Supersport 600cc)
Yang saya ingat, antara R6 tahun 2006 dan 2007 memang tak ada perbedaan. Tapi yang paling kentara adalah posisi duduknya sekarang terlihat lebih tegak dan tampilan motor tampak tak begitu nungging lagi. Yamaha mengklaim motor ini punya handling yang lebih bagus, tapi banyak pembalap yang biasa membawa R6, awalnya mereka merasa kesulitan beradaptasi lantaran yang 2006 dan 2007 enggak begitu nungging. Tapi sekali mereka belajar, mereka bilang “ini enak banget”. Masalah paling ini adalah, mesin terbaru ini menurut saya sangat fragile (ringkih), sebenarnya kalau untuk street-use memang tak masalah. Tapi kalau bermain di sirkuit dengan putaran mesin yang sampai 15.000rpm, mesin ini terasa punya umur yang lebih pendek. Ini karena kompresi mesinnya sudah makin tinggi, ya, 13:1. Engine jauh lebih fast ketimbang yang lama dengan kompresi hanya 12,8:1. Apalagi kalau udah ganti exaust, harness dan kit racing lainnya. Sudah pasti makin fragile mesinnya. Setahu saya, material mesin 2008 ini lebih enteng, selain itu ada ubahan di bentuk injector, air box dan wiring. Tapi dasar mesinnya sama saja dengan yang lama. Dan saya sempat coba memakai mesin 2008 ini di motor saya yang tahun 2007, mesinnya langsung pas di dudukannya. Kalau bodinya, saya nyaris tak bisa membedakan dengan yang lama, sebab hanya bentuk lampu dan fairing depan saja yang berubah sedikit.
Dan kalau ada yang bilang Yamaha selalu kalah dari Honda di kelas ini, saya anggap ini hanya omong kosong. Memang betul setiap produk pasti ada plus minusnya, Yamaha punya power lebih tinggi. Tapi handling Honda jauh lebih baik dan user friendly user, sementara untuk bawa Yamaha rasanya harus pembalap semi-pro. Honda very reliable, satu season balap mesinnya bisa awet. Yamaha paling nungging bokongnya dan terasa lebih goyang saat masuk tikungan, tapi bisa itu  bisa dicari set- up nya pada suspensi. Tahun ini dibuat gak nungging. Sangat beda dengan Honda, dan Yamaha posisi duduknya lebih tinggi dan belajar dengan R6 lebih susah. Jadi saya rasa, kemudahan handling Honda cuma akan menjadi kompensasi untuk menutupi kekurangan power-nya. Tapi kalau lihat di ajang FIM Asia, Yamaha terbukti menang terus. Paling sexy saya bilang. Dan motor ini saya anggap paling sexy, powerful dan the winner.

 

Mesin                             : 599cc liquid-cooled inline 4-cylinder; DOHC, 16 titanium valves
Diameter x Langkah        : 67.0 x 42.5mm
Rasio Kompresi               : 13.1:1
Sistem Suplai BBM           : Fuel Injection with YCC-T and YCC-I
Transmisi: 6-speed         ; multiplate slipper clutch
Suspensi/Dpn                 : 41mm inverted fork; 4-way adjustable, 4.7-in travel
Suspension/Blk               : Single shock; 4-way adjustable, 4.7-in travel
Rem/Dpn                       : Dual 310mm floating disc; radial-mount 4-piston calipers
Rem/Blk                        : 220mm disc; single-piston caliper
Ban                               : 120/70-ZR17 : 180/55-ZR17
Dimensi P x L x T (mm)  : 203,9 x 70.1 x  110
Seat Height                   : 85cm
Wheelbase                    : 137,9cm
Rake (Caster Angle)       : 24.derajat
Tangki                          : 17,5 Liter
Dry Weight                    : 166kg

ASCOMAXX
  • Ferrucio Lamborghini (AscoPeople - 09 Apr 2010)
  • Volvo S80 2010 (AscoDrive - 09 Apr 2010)
  • Nissan Qasqhai 2010 (AscoRev - 09 Apr 2010)
  • BMW VISION EfficientDynamics (AscoRev - 09 Apr 2010)
  • Stanley (StanleysThrills - 09 Apr 2010)
  • ASCO Event
    Fatmawati, 4 Aug 2010
    ASCO Isuzu Pasar Minggu 75, 15 Aug 2009
    Jl.Wijaya I Jakarta Selatan, 8 - 9 Aug 2009
    16 Pengunjung Online
    450347 TOTAL

    New Ascomaxx

     
    Sahat Leonard Tambunan